Anda Pengunjung ke:
593218
sejak November 2007
 
  Sabtu, 4 April 2009 | 10:29:10 | 419 klick!
Pemilu diharapkan damai

Pemilu Diharapkan Damai
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah tokoh lintas agama dan kepercayaan, Jumat (3/4) di Jakarta, menyerukan agar pelaksanaan pemilihan umum pada 9 April 2009 berjalan damai dan berkualitas. Kegagalan pelaksanaan pemilu hanya akan membawa kemunduran dalam kehidupan berpolitik dan berbangsa.
Pernyataan para tokoh lintas agama yang terdiri dari enam butir itu dibacakan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Andreas Yewangoe. ”Golput memang hak pemilih. Tetapi, di antara semua pilihan buruk, pasti ada di antaranya yang terbaik untuk kita pilih,” kata Andreas.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, yang juga Ketua Indonesian Committee on Religions for Peace, mengatakan, yang memprihatinkan selama pelaksanaan kampanye Pemilu 2009 adalah kericuhan banyak terjadi di dalam satu partai politik. Namun, yang patut disyukuri adalah tidak adanya sentimen menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Para pemuka agama itu mengimbau semua pihak agar menyadari bahwa pemilu merupakan agenda nasional penting untuk melanjutkan proses reformasi. Mereka juga menyerukan kepada pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum supaya menjadi wasit yang jujur dan adil.

Sedangkan partai politik dan calon anggota legislatif diminta mengembangkan etika politik dan semangat bersaing yang sehat.

Mengkhawatirkan

Penyelenggaraan Pemilu 2009 dinilai sebagai yang paling mengkhawatirkan sepanjang sejarah Indonesia. Oleh karena itu, penyelenggara maupun peserta pemilu diminta menjaga momentum demokrasi bagi perbaikan bangsa dan tidak larut dalam kepentingan pribadi.

Seruan itu disampaikan sejumlah organisasi kemahasiswaan di Kantor KPU, Jakarta, Jumat. Mereka terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Selain itu, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia, dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.

Namun, walau diwarnai perasaan cemas dan khawatir terhadap proses persiapan dan pelaksanaan pemilu, sejumlah tokoh agama yang bertemu dengan anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerakan Indonesia Raya Hashim Djojohadikusumo, Kamis, sepakat bahwa pemilu harus berlangsung sesuai dengan jadwal. Di antara yang hadir adalah Dawam Rahardjo, tokoh Kristen Ortodoks Karel S Waas, pemuka agama Tao Kusumo, dan Ketua Umum Majelis Biksu Mahayana Gunabadra Swatravira. (NAW/MAM/DWA/MZW)

Sumber : Kompas, 4 April 2009

 
Kirim ke teman

  KPU Provinsi Sumatera Utara
Jalan Perintis Kemerdekaan No. 35 Medan Telp. (061) 4538610; 4532415; 4532378 Fax: (061) 4538606
Copyright © 2007 by kpu sumut